Dengan Revolusi Akhlak Menyongsong Fajar Baru NKRI

Munas FPI ke-1

Dengan Revolusi Akhlak Menyonsong Fajar Baru NKRI.

Oleh :

KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Ketua Mahkamah Front)

Musyawarah Nasional ke 1 Front Persaudaraan Islam (FPI) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Al Futuhiyah Lebak Banten, 13-14 Sya’ban 1443 H/ 16-17 Maret 2022, berjalan berkah, lancar dan sukses, telah selesai dilaksanakan serta menghasilkan berbagai macam keputusan.

Keputusan yang dihasilkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Front Persaudaraan Islam (FPI) ke 1 antara lain:

1. Perumusan dan Penyempurnaan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Organisasi.

2. Program Kerja dan Orientasi Organisasi.

3. Rekomendasi Organisasi Baik Yang Bersifat Nasional Maupun Internasional.

4. Pengangkatan Penasehat Pusat, Pengurus Majelis Syuro, Pengurus Mahkamah Front, Pemilihan Ketua Dewan Tanfidzi Pusat dan jajaran Kepengurusan Tanfidzi lainnya Periode 2022-2029.

Perjuangan Front Persaudaraan Islam kedepan menghadapi tantangan, rintangan, problematika dan dinamika yang lebih berat.

Oleh sebab itu bagi Pengurus Front Persaudaraan Islam (FPI) secara Nasional maupun bagi Para Aktifis gerakan Islam membutuhkan bekal yang cukup dan memadai.

Bekal (i’dad) yang harus dimiliki secara utuh dan Universal antara lain meliputi:

1. I’dadul Iman (Bekal Iman).

Bekal ini secara mutlak dan absolut harus dimiliki serta dikuasai seutuhnya.

Perjuangan menuju kemenangan harus didasari atas keimanan yang kokoh dan kuat.

Dengan bekal iman yang kokoh dan kuat maka seluruh aktifis gerakan Islam akan selalu bersama Alloh Swt, mendapatkan perlindungan, keselamatan, kebahagian dan puncaknya meraih kejayaan dunia akhirat.

Dengan iman yang takut akan jadi berani, yang lemah akan jadi kuat, yang berat akan jadi ringan, keimanan bekal utama dalam mencari ridho Alloh Swt.

Jika iman yang memanggil, maka seluruh aktifis gerakan Islam akan siap menghadapi berbagai resiko dan akibat yang ditimbulkan, baik difitnah, diusir, diboikot, dicaci, dipenjara maupun dibunuh sekalipun.

2. I’dadul Ilmi (Bekal Ilmu).

Ilmu menjadi petunjuk jalan dan arah serta orientasi dalam perjuangan menegakkan Agama Alloh Swt di muka bumi.

Seluruh aktifis gerakan Islam harus memiliki ilmu yang cukup dan memadai baik yang bersifat Nazhori maupun Tajribi.

Melawan berbagai Arogansi, kedzoliman, kesewenang-wenangan dan lainnya dihadapi ilmu yang berupa Strategi, Taktik, Siyasah, Opini, Multi Daya, Perang, dan lain sebagainya.

3. I’dadul Khuluq (Bekal Akhlak).

Nafas perjuangan Front Persaudaraan Islam itu berorientasi Tatbiq Syariah dengan Revolusi Akhlak.

Akhlak yang memadai secara signifikan sangat dibutuhkan oleh seluruh aktifis gerakan Islam.

Dengan akhlak yang utuh dan menyeluruh maka penempatan sesuatu akan indah, kapan lembut, kapan tegas, dan kapan keras, kapan damai dan kapan perang, kapan bertempur, dan kapan gencatan senjata, kapan berdiplomasi dan kapan menyerang, kapan berdiam diri dan kapan melawan, itulah romantika dan dinamisasi akhlak Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

4. I’dadul Mal (Bekal Materi).

Bekal Harta untuk perjuangan sebagai penopang untuk mencapai tujuan sangat urgen untuk dimiliki oleh seluruh aktifis gerakan Islam.

Penguasaan materi dan ekonomi harus direbut, dikuasai, dan dikembalikan kepada umat Islam.

Ekonomi Kapitalis dan Materialis harus harus segera dilenyapkan dan berganti dengan ekonomi yang yang berbasis Syariah.

Dengan demikian bekal harta dan bekal ekonomi menjadi sangat penting untuk sebuah pergerakan dalam mencapai tujuan.

Bekal harta dan ekonomi sekali lagi bukan tujuan bagi para aktifis, tetapi sebagai alat perjuangan untuk merebut kemenangan dan kejayaan.

5. I’dadul Jihad (Bekal Jihad).

Puncak dari semua bekal yaitu pelaksana Jihad Fisabilillah.

Jihad Fisabilillah bagian dari puncak perjalanan bagi seluruh pengurus dan aktifis Front Persaudaraan Islam maupun oleh seluruh aktifis gerakan Islam lainnya.

Bekal jihad yang cukup dan memadai akan menimbulkan semangat juang yang membara menjadi bagian dari paradigma operasional dalam mengaplikasikan seluruh cita-cita perjuangan.

Bagikan Tulisan Di Atas :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *