Pertarungan Politik Di Antara Idealisme, Realitisme Dan Pragmatisme.

Oleh :

KH.Tb.Abdurrahman Anwar Al Bantany.
(Pimpinan Ponpes Darul Anwar Dan Aktifis Front Persaudaraan Islam ( FPI)

Hegemoni dan dialektika perpolitikan akan terus berlanjut dalam semua aspek kehidupan.

Politik kepentingan akan terus bertarung dalam rangka memenangkan misi yang diemban sekaligus dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

Pertarungan politik dalam berbagai tataran teoritis maupun dalam tataran praktis, akan saling memperebutkan kemenangan, dan kekalahan.

Orientasi politik itu adalah menang atau kalah dalam memperebutkan atau mempertahankan sebuah kepentingan.

Tiga kelompok akan terus bertarung sepanjang masa di panggung politik dengan segala konsekuensinya.

Secara global teoritis politik yang menggejala itu terbagi kedalam tiga hal yakni Politik Islam, Politik Barat dan Politik Timur.

Para pelaku politik dan masyarakat politik juga terbagi tiga yakni :

1. Idealisme Politik.

Politik yang dimainkan oleh kelompok ini yaitu politik bersih, sehat, jujur, dan bermartabat.

Paradigma politik idealis adalah politik yang penuh etika dan adab memainkan taktik dan strategi untuk mencapai tujuan.

Idealisme ini menjadikan politik bukan tujuan tetapi sebagai sarana dan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Politik Islam adalah politik yang mengedepankan etika dan adab sehingga politik Islam menjadi sesuatu yang bermartabat, agung, dan sesuai dengan nilai-nilai keIslaman itu sendiri.

2. Realitisme Politik.

Dalam Persfektif Realitisme politik ini cenderung mengatur langkah yang tidak mau ambil resiko dan akibat dalam arti tidak mau melawan arus.

Politik yang dimainkan cenderung tidak mau bertabrakan tetapi ikut aturan yang ada, tetapi strategi yang di mainkan relatif aman.

Prinsip yang dimainkan adalah menunggangi sistem yang ada dan berlaku untuk tetap bertanding dalam gelanggang perpolitikan yang berlaku.

Orientasi dari politik Realitisme ini mengikuti arus yang berlaku dan berefek aman tanpa resiko yang fatal.

3. Pragmatisme Politik.

Sistem politik yang dianut oleh kelompok ini adalah menghalalkan segala cara.

Politik yang dimainkan tidak lagi bersandar kepada etika dan norma yang ada, karena orientasinya adalah bagaimana menang, dan berkuasa.

Dengan kata lain politik pragmatis yaitu politik kotor yang tidak peduli dengan nilai-nilai kehidupan yang berlaku.

Penuh intrik, fitnah, adu domba, saling jegal, dan lain sebagainya.

Di antara peta bumi perpolitikan yang berlaku saat ini didominasi oleh pragmatisme politik dan realitisme politik.

Dengan demikian seluruh kebijakan yang dihasilkan dan produk-produknya berupa kompromi tanpa perduli dengan kepentingan rakyat.

Secara umum produk politik yang dimainkan oleh kelompok kedua dan ketiga ini cenderung hanya menguntungkan kelompoknya saja dan mempertahankan kekuasaan belaka.

Jadi, selama politik yang dimainkan adalah adalah realistis dan pragmatis, jangan berharap kebijakan yang dihasilkan akan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Mempertahankan kekuasaan dan mementingkan kelompoknya adalah ciri khas dari identitas politik realistis dan pragmatis.

Bagikan Tulisan Di Atas :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *