Salah Satu Teman Dan Musuh Iblis

وَقَالَ يحيى بن معاذ ما في القلب للأسخياء إلا حب ولو كانوا فجاراً وللبخلاء إلا بغض ولو كانوا أبراراً
وَقَالَ ابن المعتز أَبْخَلُ النَّاسِ بِمَالِهِ أَجْوَدُهُمْ بعرضه
ولقي يحيى بن زكريا عليهما السلام
إبليس في صورته فقال له يا إبليس أخبرني بأحب الناس إليك وأبغض الناس إليك قال أحب الناس إلي المؤمن البخيل وأبغض الناس إلي الفاسق السخي قال له لم قال لأن البخيل قد كفاني بخله والفاسق السخي *الخوف أن يطلع الله عليه في سخائه فيقبله ثم ولى وهو يقول لولا أنك يحيى لما أخبرتك

إحياء علوم الدين

لعل الصواب: أخاف
‌‌‎
Imam Yahya bin Mu’adz Rohimahullah berkata:

Di dalam hati orang yang dermawan tidak terdapat rasa kecuali hanya perasaan cinta meski ia pelakunya maksiat.
Dan di dalam hati orang yang kikir bin pelit bin medit tidak terdapat rasa kecuali hanya rasa kebencian meskipun ia seorang yang tha’at.

Suatu saat nabi Yahya bin Zakaria Alaihissalam bertemu dengan iblis yang “maleh rupo” seperti beliau. Beliau pun bertanya :

Wahai Iblis, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling engkau cintai dan siapa orang yang paling engkau benci..

Iblis menjawab :
Yang paling aku cintai adalah orang beriman yang kikir bin pelit bin medit, dan yang paling aku benci adalah orang fasiq yang dermawan.

“Kenapa begitu?”, tanya beliau.

Iblis pun menjawab :
Karena orang kikir bin pelit bin medit, dengan kikirannya cukup bagiku (untuk menjadikan dirinya sendiri celaka, sehingga aku tak perlu sulit-sulit menggodanya).
Sedangkan orang yang fasiq dermawan, aku takut Allāh memandang kepadanya dengan pandangan rahmat’Nya karena kedermawanannya, sehingga Allāh menerima amal perbuatannya.

Setelah itu Iblis berlalu sambil berkata ; andai engkau bukan (Nabi) Yahya, maka tidak akan pernah aku kabarkan (ini) kepadamu”.

Bagikan Tulisan Di Atas :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *